Suara Rang Kinari

Komunitas Kerukunan Warga Kinari

PRINSIP HIDUP SEORANG MUSLIM “KESEIMBANGAN YANG DINAMIS”

Seorang muslim yang hidup dengan ajaran Islam, memiliki prinsip dalam hidupnya. Prinsip inilah yang akan mengatur hidup setiap upayanya dalam menjalani kehidupan, menata setiap langkahnya untuk mewujudkan visi hidupnya. sehingga, seluruh aktifitas kehidupannya akan berpusat pada prinsip tersebut

Tidak ada kontradiksi antara kehidupan di dunia dengan akhirat, karena sesungguhnya dua kehidupan itu berada dalam satu garis, tidak bertentangan ataupun tumpang tindih. Tidak ada pula dilema dalam dirinya, antara memenuhi kebutuhan jasmani, akal dan ruhaninya, karena semua itu memiliki proporsinya masing-masing dan merupakan satu bagian yang utuh. Memenuhi kebutuhan ruhani akan menggerakkan jasmani dan menggugah intelektual seorang muslim. Memenuhi kebutuhan jasmani, pun akan dapat menghidupkan ruhani. Ruhani, akal dan jasad adalah satu kesatuan yang saling berhubungan.

Begitu pula dalam kehidupan ini, seorang muslim tidak perlu menjadikan kepentingan pribadi, keluarga, karir maupun tujuan da’wahnya sebagai pilihan-pilihan yang menegaskan satu sama lain. Karena ia berpusat pada prinsip, yakni Islam. Islam memberikan kerangka pedoman muthlak dalam menilai dan mempertimbangkan sesuatu sehingga semuanya dapat ditempatkan selaras. Seseorang yang memenuhi kebutuhan keluarganya, ia memiliki nilai ibadah, da’wah dan sekaligus menumbuhkan tanggung jawab dan motivasinya dalam berusaha. Seseorang yang bekerja dengan tekun, maka ia pun akan memenuhi kebutuhan keluarganya, ibadahnya dan bahkan da’wahnya. Demikianlah Islam mengajarkan keselarasan, tidak dipotong-potong atau dibagi-bagi menjadi kepingan-kepingan yang terpisah tak berhubungan.

Seluruh keseimbangan itu tercipta dalam kondisi yang dinamis, senentiasa bergerak menuju keadaan yang lebih baik. Dinamika itu, tidak selamanya terukur dari kuantitasnya dimana semakin mebesar volume pemenuhan kebutuhan, tetapi dari kualitasnya. Peningkatan kesejahteraan secara materi diiringi dengan kian tumbuhnya sikap tawadhu’ dan sikap hidup bersahaja. Peningkatan rasa takut hanya kepada Allah, menumbuhkan keberanian dalam menjalani hidup.

Kondisi seorang muslim senatiasa dinamis, adakalanya ia mengalami kegagalan diantara keberhasilan, mungkin pula melakukan kesalahan atau terjerumus pada kemaksiatan, namun secara umum semua itu bergerak kearah lebih baik. Menuju kehidupan di dunia yang lebih baik, mengarah pada kehidupan akhirat yang dicita-citakannya !.

Dikutip dari Majalah “Swadaya” No. 19/II/Maret 2004/Muharram 1425 H.

Agustus 29, 2008 - Ditulis oleh inspiringblog | Tausiah-Renungan | | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan sebuah tanggapan