PROBLEMA PENGELOAAN “BULETIN SUARA KINARI”
Oleh : Ali Mursal Malin Sati
Dalam rangka pemberdayaan warga masyarakat nagari Kinari KWK Jakarta telah sejak lama melaksanakan sebuah media yang disebut “ Buletin Suara Kinari”. Terminologi buletin pada media ini belum pernah di bahas secara mendalam, namun bila kita menelusuri keberadaan buletin, maka dapat dikatakan bahwa buletin merupakan bagian dari media masyarakat dalam upaya penyebaran informasi secara berkala. Penerbitan berkala adalah publikasi berseri yang merupakan satu edisi yang diterbitkan secara bersambung dengan judul yang sama, biasanya terbit teratur dalam interval waktu tertentu, dengan cara memberi nomor pada setiap edisi. Berdasarkan keberkalaannya, berkala dibedakan atas, harian, bulaan, kuartalan. Berdsarkan jenisnya, berkala dapat dibedakan atas “surat kabar(newspaper), majalah (magazine), jurnal (journal), dan warta (newsletter). Sampai disini dapatlah kita membedakan atara majalah dan jurnal. Majalah adalah berkala yang bersifat umum, sedangkan jurnal bersifat lebih khusus karena diterbitkan oleh organisasi profesi dan lembaga-lembaga tertentu. Penerbitan berkala dianggap penting karena dapat mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, seni serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan. Dengan adanya sarana publikasi seperti buletin, para lulusan perguruan tinggi, pemuka masyarakat ide-idenya dan informasinya dapat tersalurkan dan tersebar di kalangan masyarakat.
Dari sudut kepentingan komunikasi sebenarnya buletin menjadi wahana tersalurkannya kebutuhan untuk berdialog sesama warga dalam hal komparasi (perbandingan), koreksi, reinforsement dan menghindari dublikasi. Selain itu untuk kesinambngan penelitian dengan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat, penyampaian hasil-hasil laporankepada stake holder, dan dalam lingkup yang lebih luas menunjukkan bahwa tokoh-tokoh masyarakat nagari exsist dimata pejabat pemerintah daerah. Berdasarkan isi buletin, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Pertama, yang boleh dimuat ialah artikel, laporan, iklan, foto penulis, berita keluarga, berita kampung dan rantau, berita organisasi, berita lembaga, bahkan berita peristiwa keilmuan, profil, riwayat hidup tokoh, editorial, adat dan budaya, dst. Kedua, yang tidak boleh dimuat yakni tanggapan-tanggapan berupa polemik, issu-issu berbau SARA, artikel-artikel mobilisasi massa, dan sejenisnya. Tujuan utama penerbitan buletin adalah untuk mengkomunikasikan ide, pendapat, temuan dan kemungkinan-kemungkinan yang berkaitan dengan suatu masalah, tidak dimaksudkan untuk mengajarkan sesuatu kepada pembacanya. Oleh karena itu dalam penulisan artikel agar diupayakan sedapat mungkin format esei dan bukan enumerasi seperti ringkasan dari sebuah bab buku teks atau diktat. Penggunaan format esei dalam penulisan artikel bertujuan untuk menjaga kelancaran pembacaan dan menjamin keutuhan ide yang ingin disampaikan.
Dengan digunakannya format esei diharapkan pembaca memperoleh kesan seolah-olah berkomunikasi langsung dan berdialog dengan pemilik gagasan
Belum ada komentar.



